Ketika sejenak kapalku berlabuh di pelabuhan negeri maya, aku melihat enam gadis kecil saling berbicara satu sama lain. Mereka seperti sedang asyik mendiskusikan sesuatu. Saat si gadis berambut ikal berbicara, si hitam manis menunjukkan wajah tidak setuju. Segala argumen terus mereka kemukakan demi mempertahankan apa yang mereka yakini benar.
Lalu si tinggi semampai menengahi perdebatan mereka dibantu oleh si rambut pendek. Namun mereka malah terlibat dalam perdebatan si ikal dan si hitam mani, jadilah mereka berempat saling mengeluarkan argumen dan terus berusaha membela keyakinan mereka.
Yang paling muda seperti tidak sabar melihat perdebatan teman-temannya berkata ingin pergi, namun si kaca mata melarangnya. Lama si kaca mata dan yang muda menunggu ujung perdebatan mereka, tapi mereka berempat masih belum menunjukkan tanda-tanda akan segera selesai. Mereka berempat malah semakain seru dalam mempertahankan keyakinan masing-masing.
Dengan ketidaksabaran si paling muda, dia berteriak “TAK BISAKAH KALIAN BERHENTI BICARA SEBENTAR?” Si rambut hanya menjawab "Baiklah,” diikuti anggukan kepala yang lainnya.
“Tak bisakah kalian bicara baik-baik dan mencoba saling menghargai pendapat satu sama lain?” Tanya si kaca mata. Setelah perkataan si kaca mata tadi, mereka berenam mencoba saling menghargai pendapat satu sama lain. Sampai akhirnya mereka menemui kesepakatan.
Tahukah kalian apa yang sebenarnya mereka perdebatkan? Perdebatan seru itu sebenarnya hanyalah menentukan kemana mereka akan pergi bersama untuk mengisi hari libur mereka. Hahaha, melihat hal itu membuatku berfikir betapa mudahnya kita berselisih hanya karena masalah sepele. Namun melihat keenam gadis kecil itu menyelesaikan masalah mereka dengan dewasa, dengan mencoba mengerti dan menghargai pendapat satu sama lain, membuat diriku merasa malu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Bagi siapa pun yang ingin meninggalkan komentar, Kami harapkan apa saja yang baik dan patut untuk dilontarkan. Ini milik publik
Yang Baik-baik Aja Ya...
Salam SEKOSA